Suku
Karo merupakan salah satu suku asli Sumatra Utara. Suku Karo memiliki
daerah asal yang biasa disebut dengan Taneh Karo Simalem dan memiliki
salam khas yaitu Mejuah-juah. Suku Karo memiliki berbagai macam jenis
sastra seperti Kuning-kuningen, Bilang-Bilang, Turin-Turin dan masih
banyak lagi.
Kuning-kuningen adalah aset Suku Karo dalam bentuk sastra atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai teka-teki.
1. Sekalak sinare-nare, sekalak si ngergut-ergut, naktak si mbentarna maka ngadi. Kai?
Seorang menunggu, seorang lagi mengangguk-angguk, jatuh yang putih baru berhenti. Apakah itu?
Jawab: Kalakati (alat pembelah pinang)
Maka io ari kute nu bilang-bilang nu buluh belangke lako nitabah mama anak Karo-karo mergana ndube ibabo taneh mekapal enda man tagan perkapuren (De enggo jadi tagan) tambahna tole man ingan nuri-nuriken pusuh rabut la tembena (O silihku karina) kataku sea erndobah-ndobah Entah bue gia labuhna, e man lantasenndu la ne nge min terturi-turiken buen naring (kidah) si man gelaren (turinna ate mesui) O nande beru Tariganku (Entah) nidarami kal pe jelma perliah (i babo taneh mekapal enda) entah si la lit nge bagi ajang(ku) enda
Maka io ari kute bilang-bilang nu buluh si mula tubuh ni teruh langit meganjang ni babo taneh mekapal si lebe ertubis maka erbuku si lebe erbuku maka erngawan si lebe erngawan maka erlawak si lebe erkuncir maka erbulung
Suatu ketika kala malam mulai larut dan dingin mulai menusuk seluruh
persendian tulang di dalam tubuh. Malam itu bulan memancarkan sinar yang
begitu terang dan menerangi setiap sudut desa yang dipenuhi dengan
Siwaluh Jabu.
Kreeeeek.....! Terdengar suara pintu dari salah satu Rumah Adat, suara itu berasal dari Ture Jahe. Perlahan pintu terbuka, terlihat seorang gadis hendak keluar dari rumah.
Karo Bukan Batak. Topik ini masih sangat sering diperbincangkan di
dunia nyata maupun dunia maya khususnya jejaring sosial facebook.
Sepertinya orang-orang yang mengumandangkan KBB ini tidak akan pernah
berhenti sebelum apa yang mereka inginkan benar-benar telah mereka raih
seutuhnya. Karo tanpa penyematan kata Batak atau suku Karo, inilah yang
mereka inginkan. Pengakuan akan Karo
sebagai sebuah suku yang berdiri sendiri, bukan sub suku ataupun
disamakan dengan suku yang lain.
Sering muncul pernyataan "selama kata Batak masih menempel di GBKP,
Karo adalah Batak" dan masih banyak lagi pernyataan sejenis yang
dijadikan alasan oleh orang-orang yang kontra KBB dalam menentang
gerakan Karo Bukan Batak. Entah apa maksud mereka membenturkan GBKP
dengan KBB? Apakah karena kehabisan kamus untuk membantah? Mungkin.
Selepas SMA mereka berpisah. Gadis itu, gadis pujaan hati Suranta
memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke kota besar. Impian yang
selama ini terpendam ingin diwujudkan olehnya. Tinggal hitungan jam dia
kan pergi tinggalkan kampung halaman. Tinggalkan Suranta yang terlanjur
mencintainya.
Apa
sih yang anda pikirkan tentang KBB? Pernah sekali pertanyaan ini
dilayangkan oleh seorang teman kepada saya ketika saya mengampanyekan
KBB kepadanya. Belum sempat menjawab pertanyaan tersebut, dia lalu
meneruskan lagi bicaranya. Untuk apa anda berbicara tentang KBB? Hal itu
sama sekali tak penting. Anda hanya menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu
yang sama sekali tidak menguntungkan. Begitulah pernyataan teman saya tersebut ketika saya menyampaikan KBB kepadanya.