Thursday, July 9, 2015

Pemberian Merga/Beru dan Serayan Pada Masyarakat Karo



Pemberian Merga/Beru
 
Masyarakat Karo mengenal acara pemberian clan, atau Merga untuk laki-laki dan Beru untuk perempuan menurut adat istiadat. Pemberian Merga/Beru ini dilakukan bagi arang orang yang berasal dari luar Suku Karo. Dan apaila seseorang telah menerima Merga/Beru menurut adat istiadat Karo, maka orang tersebut sudah dianggap sebagai orang Karo.

Thursday, March 19, 2015

Lagu Karo Dengan Kritikan Sosial (Kacepe Tangas-Tangas)

Di Indonesia tak banyak lagu yang bertemakan kritikan sosial baik itu kritikan terhadap pejabat negara, komunitas, perusahaan, bahkan rakyat biasa sekalipun. Jika kita hitung, mungkin tidak ada setengah dari seluruh hasil karya musisi  Indonesia yang memiliki tema kritikan sosial. Kebanyakan lagu yang diciptakan bertema cinta dengan lirik-lirik manis dan romantis. Walaupun begitu, kita sebagai penikmat seni harus memberikan apresiasi kepada hasil karya musisi-musisi Indonesia. 

Thursday, November 6, 2014

Djamin Gintings Selamatkan Daerah Modal

Oleh : Usman Pelly

Saya masih ingat sosok perwira-perwira TNI ketika itu. Djamin Gintings orangnya kurus tinggi semampai, selalu pakai peci tentara.

Setelah Kutacane dibombardir dua pesawat pemburu Belanda, esok paginya saya ikut kakek mengungsi ke sebuah desa sekitar 12 km dari kota. Setiap pagi saya dan kakek ke kota dari desa pengungsian itu untuk berjualan di pasar. Kami melewati Macan Kumbang, sebuah perkebunan karet yang dibangun semasa Jepang. Ternyata beberapa minggu sebelum penyerangan pesawat Belanda itu, Macan Kumbang, telah menjadi markas pertahanan Let.Kol. Djamin Gintings, Komandan Resimen IV TNI pindahan dari tanah Karo.

Thursday, October 30, 2014

Maba Belo Selambar



Maba belo selambar, e me kap upacara adat Karo “nungkun diberu” si enggo ertentu jelmana. Acara pokok ibas maba belo selambar “nungkun kata kalimbubu,” e me kap kerna kesenangan ukur anak ipupusna si diberu erjabu ras nungkuni. Adi si man sungken e la beru si ngumban (permen nande) entah e beru puhun (impal erkiteken bapa), maka semalna enggo lit arih-arih si dilaki ras si diberu maka atena erjabu duana. Ranan entah pe arih e enggo ikut je orang tua entah pe anak beruna maka iban “maba belo selembar”. Enca lit arih enda, maka pihak si dilaki ras si diberu ngataken sangkep nggeluh na pelepar, gelah reh tupung wari si enggo i tentukan lako runggu kerna maba belo selambar. Sangkep nggeluh aras si empo (sidilaki) e me kap: simupus, sembuyak, senina siparibanen, senina sepemeren, senina sepengalon. Anak beru cekuh baka, anak beru ipupus, anak beru angkip, anak beru sepemeren, anak beru menteri. Kalimbubu si ngalo ulu emas, kalimbubu simada dareh, kalimbubu i perdemui ras kalimbubu sepemeren, bage pe puang kalimbubu ( singalo perkempuan).

Monday, September 1, 2014

Kampil Kuhi Belona (Lagu Karo Mirip Bilang-Bilang)

Uwe tua bandu aku
rananndu e urat-uratna
ibas pusuhku ngarap kin ndube ertuah
tapi melus kal kepe
masa bungana ngarap kin ndube erbuah
tapi lawes kal kena
nande Biringna

Monday, July 7, 2014

Budaya Mena Di Suku Karo


Pada sistem penanggalan menurut kalender Karo terdapat beberapa keterangan hari yang baik dan juga tidak baik untuk melakukan suatu kegiatan. Bila melihat hari pertama yang disebut Aditia misalnya, maka disana disebutkan sebagai hari yang cocok untuk Mena, dan juga runggu. Begitu juga pada hari yang keempat yang disebut dengan hari Budaha juga menyebutkan sebagai hari yang cocok untuk Mena.

Sunday, May 11, 2014

Panggilan Khas (Original Karo Punya)

Suku Karo merupakan salah satu suku asli Sumatra Utara. Suku Karo memiliki daerah asal yang biasa disebut dengan Taneh Karo Simalem dan memiliki salam khas yaitu Mejuah-juah. Suku Karo memiliki berbagai macam jenis sastra seperti Kuning-kuningen, Bilang-Bilang, Turin-Turin dan masih banyak lagi.

Thursday, February 27, 2014

Di Ture

Suatu ketika kala malam mulai larut dan dingin mulai menusuk seluruh persendian tulang di dalam tubuh. Malam itu bulan memancarkan sinar yang begitu terang dan menerangi setiap sudut desa yang dipenuhi dengan Siwaluh Jabu.

Kreeeeek.....! Terdengar suara pintu dari salah satu Rumah Adat, suara itu berasal dari Ture Jahe.
Perlahan pintu terbuka, terlihat seorang gadis hendak keluar dari rumah.

Friday, December 20, 2013

Erkiker


Suku Karo mempunyai seni mempercantik gigi yang saat ini sudah ada di dunia kedokteran yang disebut dengan Erkiker. Erkiker berasal dari kata kiker yang dalam bahasga Indonesia disebut gergaji. Jadi erkiker merupakan sebuah aktifitas suku Karo dahulu (tradisi) yang berkaitan dengan seni memotong gigi depan agar terlihat lebih indah.

Wednesday, December 11, 2013

Hindu Karo

Pada tahun 1985 , diresmikan Parisada Hindu Dharma Karo (PHDK) sebagai cabang Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Peresmian PHDK bersamaan dengan peresmian sebuah pure bergaya arsitektur Besakih (Bali) di Desa Tanjung Pulo (Kec. Tiganderket , Kab. Karo). Saat itu, tercatat 5.000anggota PHDK dan 5.000 simpatisan sehingga Karo dikenal sebagai suku penganut Hindu terbesar di Indonesia di luar Bali.