Thursday, July 9, 2015

Pemberian Merga/Beru dan Serayan Pada Masyarakat Karo



Pemberian Merga/Beru
 
Masyarakat Karo mengenal acara pemberian clan, atau Merga untuk laki-laki dan Beru untuk perempuan menurut adat istiadat. Pemberian Merga/Beru ini dilakukan bagi arang orang yang berasal dari luar Suku Karo. Dan apaila seseorang telah menerima Merga/Beru menurut adat istiadat Karo, maka orang tersebut sudah dianggap sebagai orang Karo.

Thursday, October 30, 2014

Maba Belo Selambar



Maba belo selambar, e me kap upacara adat Karo “nungkun diberu” si enggo ertentu jelmana. Acara pokok ibas maba belo selambar “nungkun kata kalimbubu,” e me kap kerna kesenangan ukur anak ipupusna si diberu erjabu ras nungkuni. Adi si man sungken e la beru si ngumban (permen nande) entah e beru puhun (impal erkiteken bapa), maka semalna enggo lit arih-arih si dilaki ras si diberu maka atena erjabu duana. Ranan entah pe arih e enggo ikut je orang tua entah pe anak beruna maka iban “maba belo selembar”. Enca lit arih enda, maka pihak si dilaki ras si diberu ngataken sangkep nggeluh na pelepar, gelah reh tupung wari si enggo i tentukan lako runggu kerna maba belo selambar. Sangkep nggeluh aras si empo (sidilaki) e me kap: simupus, sembuyak, senina siparibanen, senina sepemeren, senina sepengalon. Anak beru cekuh baka, anak beru ipupus, anak beru angkip, anak beru sepemeren, anak beru menteri. Kalimbubu si ngalo ulu emas, kalimbubu simada dareh, kalimbubu i perdemui ras kalimbubu sepemeren, bage pe puang kalimbubu ( singalo perkempuan).

Monday, July 7, 2014

Budaya Mena Di Suku Karo


Pada sistem penanggalan menurut kalender Karo terdapat beberapa keterangan hari yang baik dan juga tidak baik untuk melakukan suatu kegiatan. Bila melihat hari pertama yang disebut Aditia misalnya, maka disana disebutkan sebagai hari yang cocok untuk Mena, dan juga runggu. Begitu juga pada hari yang keempat yang disebut dengan hari Budaha juga menyebutkan sebagai hari yang cocok untuk Mena.

Tuesday, December 24, 2013

Filosofi Endi Enta

Di dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kita tidak dapat hidup sendiri, tetapi membutuhkan bantuan dari sesama kita manusia atau lebih dikenal dengan interaksi sosial. Saling membutuhkan satu sama lain, itulah filosofinya. Suku Karo, salah satu suku asli di Sumatra Utara dalam menjalani kehidupan juga memiliki filosofi tersendiri yang dikenal dengan surat ukat yang berbunyi Endi Enta. Ukat adalah sebuah peralatan rumah tangga Suku Karo yang menyerupai sendok dan terbuat dari bambu. Pada ukat inilah biasanya dituliskan kata Endi Enta dalam bentuk aksara Karo.

Friday, December 20, 2013

Erkiker


Suku Karo mempunyai seni mempercantik gigi yang saat ini sudah ada di dunia kedokteran yang disebut dengan Erkiker. Erkiker berasal dari kata kiker yang dalam bahasga Indonesia disebut gergaji. Jadi erkiker merupakan sebuah aktifitas suku Karo dahulu (tradisi) yang berkaitan dengan seni memotong gigi depan agar terlihat lebih indah.

Sunday, May 12, 2013

Pola Kekerabatan Suku Bangsa Karo

Suku Bangsa Karo merupakan suku asli yang mendiami dataran tinggi Karo atau Kabupaten Karo, sebagian Kabupaten Deliserdang, sebagian Kabupaten Simalungun, sebagian Kabupaten Dairi, sebagian Kaupaten Langkat, kota Medan, Binjai dan Sebagian Aceh Tenggara. Daerah-daerah tradisionil Karo tersebut biasa disebut dengan Taneh Karo Simalem. Suku Bangsa Karo mempunyai adat istiadat tersendiri dan masih terpelihara sampai saat ini dan saling mengikat satu sama lain di dalam suku Bangsa Karo itu sendiri.